Cara menghitung bunga pinjaman per bulan harus dipahami dengan benar. Langkah ini merupakan hal penting agar tidak salah langkah dalam mengelola arus keuangan. Mengambil pinjaman untuk kebutuhan memang menjadi solusi tepat. Namun, tanpa adanya pemahaman mengenai kalkulasi bunga berjalan setiap periodenya adalah hal yang berisiko.
Kenali Jenis Bunga Pinjaman dan Cara Menghitung Bunga Pinjaman Per Bulan
Banyak debitur seringkali hanya berfokus pada nominal cicilan pokok bulanannya. Padahal mereka harus menyadari berapa skema bunga, baik itu flat, efektif, maupun anuitas. Hal ini tentu sangat mempengaruhi total uang yang harus mereka kembalikan. Oleh sebab itu, dengan memahami metode perhitungan sejak awal maka Anda bisa mengantisipasi risiko gagal bayar. Selain itu sebagai rancangan simulasi pelunasan agar segera terbebas dari utang.
Jenis Bunga Pinjaman Sebelum Mengajukan Kredit
Sebelum Anda masuk ke dalam rumus matematisnya, alangkah baiknya Anda memahami bahwa lembaga keuangan seringkali menggunakan tiga jenis suku bunga, di antaranya:
- Bunga flat: Sistem hitung berbasis pada total pinjaman di awal. Alhasil nominal bunga dibayarkan setiap bulan akan selalu stabil dan tidak akan berubah hingga lunas.
- Bunga efektif: Jenis bunga dengan memperlihatkan total biaya pinjaman sesungguhnya sistem ini tidak hanya menghitung bunga dari sisa pokok utang namun dengan mengalkulasikan biaya-biaya penyerta. Misalnya saja biaya administrasi, jadi presentasenya terlihat lebih tinggi daripada bunga nominal yang ditawarkan pada brosur.
- Bunga anuitas: Sistem anuitas ini dirancang untuk menjaga agar total angsuran bulannya tidak berubah hingga masa kredit selesai. Dalam satu kali pembayaran total setoran bulanan tetap sama, di mana porsi bunga akan mengecil dan porsi pokok akan membesar seiring perjalanannya waktu.
Memahami ketiga jenis suku bunga di atas merupakan langkah awal sebelum mempraktikkan cara menghitung bunga pinjaman per bulan.
Cara Menghitung Bunga Flat Sederhana
Bunga flat ini sering kita temukan di kehidupan sehari-hari. Banyak diterapkan pada kredit kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan. Sebagai contoh, Andi meminjam uang Rp10.000.000 dengan bunga 10% per tahunnya dengan jangka waktu 10 bulan. Maka begini cara menghitungnya.
Bunga per Bulan Andi = (Pokok Pinjaman Andi x Suku Bunga per Tahun) / 12
= (Rp10.000.000×10%) / 12
= Rp1.000.000/ 12
= Rp 83.333
Cicilan Pokok =Pokok Pinjaman / Tenor (bulan)
= Rp10.000.000/10
= Rp1.000.000
Total Cicilan Bulanan Andi= Cicilan Pokok + Bunga per Bulan
= Rp1.000.000 + Rp83.333
= Rp1.083.333
Jadi, total keseluruhan yang harus dibayar Andi selama 10 bulan adalah Rp10.833.333.
Pada akhirnya, memahami dan menguasai cara menghitung bunga pinjaman per bulan adalah langkah tepat. Hal ini tentu sebagai dasar dalam mengelola sistem keuangan kita. Jadi sebagai debitur Anda juga tidak boleh pasrah menerima angka dari lembaga peminjam. Dengan ini Anda bisa merancang percepatan pelunasan utang dan menghindari risiko denda.
